Setidaknya ada 5 rukun khutbah yang harus dipahami oleh kaum muslimin. Pada dasarnya, rukun khutbah Jumat dan khutbah salat Id hampir sama. Mengutip buku Fikih empat Madzhab Jilid 1 tulisan Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, pembeda rukun khutbah Id dan Jumat hanya pada kalimat pembukanya. Maka, kalau tidak mendengarkan khutbah, salat Jumat tidak sempurna. Memang kebiasaan masyarakat kita masih belum sadar tentang pentingnya mendengarkan khutbah Jumat. Benar atau betul? Lihat saja saat salat Jumat di masjid sekitar kita. Kan masih banyak jamaah yang bisik-bisik, ngobrol, bahkan maen handphone. Okelah jika yang ribut adalah anak-anak. Dalam urutan rukun khutbah yang benar adalah membaca hamdalah, bershalawat, membaca ayat Alquran, serta menyampaikan nasihat dan wasiat kepada setiap umat yang menghadiri majelis sidang jumat. Seorang khatib bisa memberikan nasihat dan wasiat berdasarkan dari petikan ayat suci atau hadist Rasulllah SAW. 1. Memuji kepada Allah di kedua khutbah Rukun khutbah pertama ini disyaratkan menggunakan kata "hamdun" dan lafadh-lafadh yang satu akar kata dengannya, misalkan "alhamdu", "ahmadu", "nahmadu". Demikian pula dalam kata "Allah" tertentu menggunakan lafadh jalalah, tidak cukup memakai asma Allah yang lain. Rukun Khutbah Jumat. Menurut mazhab syafi'I, rukun khutbah Jumat adalah sebagai berikut: Membaca tahmid (al-Hamdulillah) Bershalawat kepada Nabi SAW. Wasiat takwa. Membaca ayat al-Qur'an yang bisa difahami dari salat satu dua khutbah. Berdoa kepada orang-orang mukmin mengenai urusan akhirat. Apakah Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang rukun-rukun khutbah Jumat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW? Kunjungi situs islam.nu.or.id dan baca artikel yang menjelaskan secara rinci dan lengkap tentang rukun-rukun khutbah dan penjelasannya. Artikel ini juga dilengkapi dengan dalil-dalil dari Al-Quran dan Hadis yang menunjukkan pentingnya khutbah Jumat bagi umat Islam. Rukun khutbah pertama ini disyaratkan menggunakan kata " hamdun " dan lafadh-lafadh yang satu akar kata dengannya, misalkan " alhamdu ", " ahmadu ", " nahmadu ". Demikian pula dalam kata " Allah " tertentu menggunakan lafadh jalalah, tidak cukup memakai asma Allah yang lain. Rukun khutbah pertama ini disyaratkan menggunakan kata 'hamdun' dan lafadz-lafadz yang satu akar kata dengannya, misalkan 'alhamdu', 'ahmadu', 'nahmadu'. Demikian pula dalam kata 'Allah' tertentu menggunakan lafadz jalalah, tidak cukup memakai asma Allah yang lain. EDA05g.