Saat susah, dia meningkatkan ibadahnya. Sementara ketika senang, dia menjauh dari Allah SWT. Ibadahnya pun menurun lagi. Terus begitu secara berulang-ulang. Kembali kepada Allah hanya ketika ditimpa malapetaka. Pendakwah Mesir, Mustafa Husni, memberi penjelasan soal ini.
Sesungguhnya ujian dan cobaan yang datang bertubi-tubi menerpa hidup manusia merupakan satu ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah . Tidak satu pun diantara kita yang mampu menghalau ketentuan tersebut.
Allah memberikan ujian kepada seseorang karena Allah menginginkan kebaikan pada orang tersebut. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, : "Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah dengan kebaikan maka dia akan ditimpakan dengan musibah." (riwayat Al-Bukhari) Itulah antara lain alasan-alasan mengapa seseorang diuji oleh Allah.
Maka, Nabi Ayyub As ialah cucu langsung dari Nabi Ibrahim As. Semasa hidup, Nabi Ayyub As terkenal sebagai salah satu utusan Allah SWT yang mendapatkan begitu banyak cobaan dan datang secara bertubi-tubi. Kendati demikian, ia tetap sabar dalam menghadapi ujian dari Sang Maha Pencipta tersebut. Cobaan yang dialami Nabi Ayyub As itu terjadi tidak
Allah memberikan ujian bertubi-tubi sebagai cara untuk menguji keimanan kita dan mempersiapkan kita untuk kehidupan di akhirat. Ujian bertubi-tubi juga membantu kita mengembangkan kesabaran, ketekunan, dan keberanian dalam menghadapi masalah.
Jadi apa hikmah yang bisa kita dapatkan di balik semua ujian dan cobaan yang datangnya dari Allah SWT, setidaknya ada 5 hikmah, yaitu: 1. Agar Allah semakin mengetahui siapa di antara hamba-hambanya yang benar-benar berada di atas kesabaran dan siapa di antara hamba-hambanya yang berada dalam keputusasaan.
Dan Insya Allah, mulai Januari 2019, setiap Jumat saya akan menulis di www.JamilAzzaini.com dengan perpektif spiritual, Saya sebagai seorang muslim, meyakini bahwa masalah yang muncul bertubi-tubi itu karena kita punya penyakit hati seperti dengki, marah, sombong, putus asa, kurang bersyukur, pelit, riya, malas dan sejenisnya.
Kesabaran dalam menghadapi ujian dan cobaan merupakan tanda berimannya seseorang kepada Allah swt. Sesungguhnya ujian dan cobaan yang datang bertubi-tubi menerpa hidup manusia merupakan suatu ketentuan yang telah ditetapkan berdasarkan rahmat dan sifat adilnya Allah swt.
Seruni.id - Pernahkah kita mengeluh karena Allah memberikan ujian yang tiada habisnya? Pernahkah kita menganggap bahwa Allah tidak adil kepada hambanya, karena hanya kita yang diberikan cobaan bertubi-tubi? Pasti jawabannya, iya. Ketahuilah, sesungguhnya ada alasan kenapa Allah menguji kita. Berikut ulasannya:
Salah satu alasan terbesar yang membuat manusia diberi cobaan yang berat adalah karena Allah ingin mengukur atau menguji sudah sebesar dan sejauh mana tingkat keimanan seorang hamba-Nya. Saat ia ditimpa cobaan yang berat, apakah ia akan menjadi lebih dekat dan lebih tawakal pada Allah, atau justru sebaliknya?
d1kGwwk.