Sedangkankasus lainnya dikarenakan memang melanggar etika bisnis untuk memenangkan persaingan. Pengertian dan 3 Prinsip Etika Bisnis, Beserta Manfaatnya. Inilah 5 Tujuan Perdagangan Internasional. Etika dalam Bisnis Internasional dan Contoh Kasusnya. Fenoma Dikirimi Guna-guna Sihir Ke Tempat Usaha, Hingga Mengancam Nyawa. Kodeetik profesi adalah tata cara dan tata krama yang memberikan aturan atau petunjuk pada para praktisi hubungan masyarakat dalam melaksanakan tugas. Kode etik akan memberikan batasan-batasan mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan profesi kehumasan dan dapat memelihara integrasi dari praktis maupun profesi yang diembannya. Fungsidan Tujuan Etika Profesi. Menurut Undang-Undang RI No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Mengacu pada hal tersebut, maka fungsi dan tujuan etika profesi adalah sebagai berikut: 1. Fungsi Kode Etik Profesi byNandy 11 bulan yang lalu. Pengertian Etika: Macam-Macam Etika & Manfaat Etika - Negara kita, yakni Indonesia, meskipun memiliki beragam budaya, suku bangsa, dan agama, akan tetapi sangat menjunjung tinggi etika untuk saling menghargai dan bertoleransi antarsesama. Etika adalah aturan, norma, kaidah, ataupun tata cara yang biasa digunakan Kodetingkah laku di bawah ini disetujui oleh IPRA pada sidang umumnya di Venesia pada Mei 1961 dan mengikat semua anggota perhimpunan tersebut. A. Integritas Pribadi dan Profesional Seperti diketahui bahwa integritas pribadi berarti terpeliharanya baik standar moral yang tinggi maupun reputasi yang baik. Sedang integritas profesional artinya Adapunyang dimaksud tujuan kode etik dalam bidang profesi adalah: - supaya profesional memberikan jasa yang sebaik-baiknya kepada para pemakai atau para nasabahnya. - melindungi perbuatan dari yang tidak profesional. - meningkatkan mutu pengabdian profesi. - memelihara lingkungan profesi yang kondusif. ViewHUKUM ETIKA HUMAS (1).docx from COMMUNICAT MISC at Institute of Education Main Campus , Khairpur. RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) Program Studi : Ilmu Komunikasi Mata Kuliah : Hukum & Etika. Study Resources. Main Menu; by School; by Literature Title Program Studi : Ilmu Komunikasi Mata Kuliah : Hukum & Etika Humas Kode MK Kodeetik humas pemerintahan adalah pedoman bersikap, berperilaku, bertindak dan berucap para praktisi humas pemerintah. Beberapa tokoh pers terkemuka di belanda merintis suatu perhimpunan profesi humas yang pada tahun 1952 telah mendapat izin dari kerajaan, dengan nama netherlands society of public relations dan pada tahun 1979 namanya. ProfesiHubungan Masyarakat (Humas) atau Public Relations (PR) di Indonesia membutuhkan sebuah lembaga independen yang bertugas membina pertumbuhan dan perkembangan kehumasan nasional. Kebutuhan ini semakin relevan dan mendesak dengan dibukanya keran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang membuka akses terhadap tenaga kerja humas dari Asean serta merajalelanya fenomena hoax di tanah air.Profesi Etikaprofesi di bidang ini akan berkaitan erat dengan kode etik advokat hukum dan sebagainya. Namun, jika disimpulkan, terdapat 4 prinsip penting dalam etika profesi hukum, yaitu: Prinsip Tanggung Jawab: dalam menjalankan profesinya, seseorang harus selalu bertanggung jawab atas segala tindakan dan akibatnya. EV7Ul5. Pebisnis adalah seseorang yang memiliki karakter untuk bebas dan tidak diatur oleh orang lain, seorang pebisnis memerlukan pemikiran yang luas dan kebebasan tanpa batas. Kebebasan yang seperti apa tentu saja kebebasan yang bertanggung jawab. Tanggung jawab sebagai seorang pebisnis tentu saja hal ini diatur dalam suatu aturan yang kuat yang dinamakan dengan Etika Bisnis. Apa itu Etika Etika berasal dari bahasa Yunani “ethos”, artinya tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, dan cara berpikir Bertens 20014; Van Ness 201014. Dalam bentuk jamak, ta etha, artinya adalah adat kebiasaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, etika diartikan sebagai ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral Pusat Bahasa Depdiknas, 2002308. Sementara itu, etika diartikan dalam dua hal. Pertama, etika sebagai kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. Kedua, etik sebagai nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Dalam Webster's Dictionary, etika didefinisikan sebagai ilmu tentang tingkah laku manusia, prinsip-prinsip yang di sistematisasikan tentang tindakan moral yang betul Widjaja1999. Dari pandangan tersebut, etika dipahami sebagai ilmu yang menyelidiki mana perbuatan yang dipandang baik dan mana yang dianggap buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran. Kode Etik Humas adalah aturan tentang benar dan salah dalam kegiatan kehumasan atau public relations PR. Berikut ini pengertian dan poin-poin kode etik humas. Pengertian Kode Etik Fungsi Kode Etik Humas Jenis-Jenis Kode Etik Humas Pentingnya Kode Etik bagi Praktisi Humas Dampak Tidak Dijalankannya Kode Etik Humas Kode Etik Humas Bagaimana Kode Etik Profesi Kehumasan Dalam Hubungannya Dengan Media Komunikasi Pengertian Kode Etik Secara umum, kode etik adalah sistem norma, nilai, dan aturan profesional tertulis yang umumnya berlaku di kalangan kaum profesional seperti dokter, wartawan, dan praktisi humas. Kode etik secara tegas menyatakan apa yang benar dan apa yang salah, apa yang baik dan apa yang tidak baik. Kode etik juga menyatakan perbuatan apa saja yang harus dilakukan dan perbuatan apa saja yang harus dihindari. Singkatnya, kode etik adalah suatu pola aturan, tata cara, pedoman, dan batasan-batasan ketika melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan dengan tujuan untuk meningkatakan kualitas anggota perusahaan. Kode etik biasanya berupa aturan tertulis yang sistematis dan dengan sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan ketika dibutuhkan dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Secara bahasa, kode etik artinya aturan nilai mengenai moral atau nilai benar dan salah. Kode adalah tanda kata-kata, tulisan yang disepakati untuk maksud tertentu untuk menjamin kerahasiaan berita, pemerintah, dan sebagainya;kumpulan peraturan yang bersistem;kumpulan prinsip yang bersistem; aturan transformasi data atau informasi lainnya dari satu bentuk simbolik ke bentuk lainnya. Etik adalah kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak; nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Secara istilah, etik berbeda dengan etika. Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral akhlak KBBI. Menurut Institute for Public Relations, kode etik melibatkan nilai-nilai seperti kejujuran, keterbukaan, kesetiaan, pemikiran yang adil, rasa hormat, integritas, dan komunikasi yang terus terang. Kode etik humas juga mencakup etika komunikasi. Fungsi Kode Etik Humas Humas adalah sebuah profesi. Sebagaimana umumnya kaum profesional, humas juga memiliki kode etik terkait tata nilai atau aturan perilaku dalam kegiatan kehumasan. Menurut Gibson dan Michel 1945, fungsi dari kode etik adalah sebagai pedoman atau perlindungan dalam pelaksanaan tugas profesional dan pedoman bagi masyarakat sebagai seorang profesional. Biggs dan Blocher 1986 mengemukakan tiga fungsi dari kode etik 1. Melindungi suatu profesi dari campur tangan pemerintah. Dengan adanya kode etik yang mengatur hubungan antara praktisi humas dengan pihak pemerintah akan semakin memperjelas tentang apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Hal ini menjadi sangat penting, karena dengan terjalinya hubungan baik dengan pihak pemerintah sebagai pemangku kebijakan suatu daerah tentunya sangat berpengaruh terhadap jalanya perusahaan, sehingga adanya kode etik ini dapat meminimalisir tindak semena-mena pemerintah terhadap perusahaan. 2. Mencegah terjadinya pertentangan internal dalam suatu profesi. Dengan adanya kode etik akan memberikan penjelasan tentang bagaimana cara menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja, yang tentunya akan sangat berpengaruh terhadap performa dan motivasi kerja dari masing-masing aggota humas. 3. Melindungi para praktisi dari kesalahan praktik suatu profesi. Dengan adanya kode etik tentunya sangat berkaitan dengan hasil kerja para praktisi dalam profesi humas. Praktisi humas yang bijaksana tidak akan memberikan kemudahan terhadap penyelewengan kerja, yang mana tindakan tersebut akan berdampak negatif baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap perusahaan. Praktisi humas yang baik, yang taat terhadap kode etik adalah mereka yang meminimalisir sekecil apapun kesalahan dalam berkeja serta menjaga nama baik profesinya. Jenis-Jenis Kode Etik Humas Ada empat macam kode etik yang harus praktisi humas taati. Code of conduct, yaitu etika perilaku sehari-hari terhadap integritas pribadi, klien dan majikan, media dan umum, serta perilaku terhadap rekan seprofesi. Code of profession, yaitu etika dalam melaksanakan tugas/profesi humas. Code of publication, yaitu etika dalam kegiatan proses dan teknis publikasi. Code of enterprise, yaitu menyangkut aspek peraturan pemerintah seperti hukum perizinan dan usaha, hak cipta, merk, dll. ” data-image-caption=”” data-medium-file=” data-large-file=” loading=”lazy” class=”aligncenter size-full wp-image-553″ src=” alt=”kode etik PR” width=”640″ height=”299″ data-recalc-dims=”1″> Seorang praktisi humas dikatakan profesional jika pribadinya mampu memahami dan menerapkan kode etik dengan benar sesuai profesi yang dan ketaatan pada kode etik public relations memberikan dampak yang positif baik bagi profesinya maupun bagi dirinya humas juga dituntut memiliki kemampuan seperti berkomunikasi, bergaul, membangun relasi, dan berkepribadian yang itu, praktisi PR juga harus memiliki ketrampilan yang tinggi dalam bidang penguasaan teknologi informasi untuk menunjang tuntutan kemampuan dan ketrampilan tersebut dapat dikatakan bahwa seorang praktisi humas adalah seorang yang profesional jika mampu memnjalankannya sesuai kode etik yang telah bagi humas masa kini dan masa depan semakin besar dengan munculnya kebebasan pers, kebebasan mengeluarkan pendapat dan etik menjadi standar moral yang harus dipengang oleh para praktisi memegang teguh kode etik berpengaruh terhadap posisi diri dan lembaganya di mata juga dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab dan setiap kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya dapat diolah dengan baik untuk menciptakan konsep kerja yang baik terhadap perusahaan yang diwakilinya, masyarakat dan lebih besar lagi dampaknya adalah bagi dirinya etik kehumasan merupakan acuan dari setiap kebijakan yang diambil praktisi humas dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung humas profesional akan bekerja dengan penuh kesadaran terhadap kode etik yang dimiliki, maka ia akan bekerja sesuai dengan kemampuan terbaik dan memperhatikan semua pekerjaannya agar sesuai dengan kode dari tidak dijalankannya kode etik PR berpengaruh terhadap praktisi humas sendiri maupun praktisi humas yang bekerja tidak sesuai kode etik akan mendapatkan penilaian negatif dari rekan sejawat, yang terparah adalah penurunan pangkat atau bahkan dikeluarkan dari tempat perusahaan yang tidak menjalankan kode etiknya maka akan mendapatkan citra negatif di masyarakat, dan apabila citra ini berkembang maka akan sangat mempengaruhi kinerja ini kode etik humas dari Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia Perhumasi.Dijiwai oleh Pancasila maupun UUD 1945 sebagai landasan tata kehidupan nasional; Diilhami oleh Piagam PBB sebagai landasan tata kehidupan internasional; Dilandasi oleh Deklarasi Asean 8 Agustus 1967 sebagai pemersatu bangsa-bangsa Asia Tenggara; dan dipedomi oleh cita-cita, keinginan dan tekad untuk mengamalkan sikap dan perilaku kehumasan secara professional; kami para anggota Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia – PERHUMAS INDONESIA sepakat untuk mematuhi Kode ETik Kehumasan Indonesia, dan bila terdapat bukti-bukti diantara kami dalam menjalankan profesi kehumasan ternyata ada yang melanggarnya, maka hal itu sudah tentu mengakibatkan diberlakukannya tindak organisasi terhadap pelanggarnya. Daftar isi1 Bagaimana kewajiban profesi kehumasan dalam hubungannya dengan perilaku terhadap masyarakat dan media massa?2 Apa peran media relations?3 Apakah kewajiban anggota Kehumasan pemerintah dengan rekan kerja?4 Mengapa praktisi humas harus berpedoman pada kode etik profesinya? PERILAKU TERHADAP MASYARAKAT DAN MEDIA MASSA Anggota PERHUMAS INDONESIA harus Menjalankan kegiatan profesi kehumasan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat serta harga diri anggota masyarakat. Tidak melibatkan diri dalam tindak memanipulasi intergritas sarana maupun jalur komunikasi massa. Apa peran media relations? Tujuan utama Media Relation adalah membangun citra positif dan meningkatkan nilai suatu instansi atau perusahaan yang dimana itu adalah tugas utama seorang humas. Media Relation dilakukan guna memperoleh publisitas, pemberitaan, atau liputan media seluas mungkin. Kegiatan apa saja yang bisa dilakukan PR dalam membina hubungan dengan media? Kegiatan Formal Media Relation Konferensi Pers. Even resmi yang dibuat oleh institusi, lembaga atau perusahaan melalui PR dengan mengadakan pertemuan khusus undangan dengan media. Wisata Pers Press Tour Resepsi Pers dan Press Gathering. 4. Taklimat Pers Press Breafing Keterangan Pers. 2. Wawancara Pers. Apakah kewajiban anggota Kehumasan pemerintah dengan rekan kerja? Anggota Humas Pemerintahan menghargai, menghormati, dan membina solidaritas serta nama baik rekan seprofesi. Anggota Humas Pemerintahan akan berusaha meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mewujudkan efisiensi dan efektivitas kerja serta memajukan profesi Humas Pemerintahan di Indonesia. Mengapa praktisi humas harus berpedoman pada kode etik profesinya? karena Para profesional memiliki pengetahuan dan keahlian yang khusus, dan untuk kode etika profesional dibuat untuk mengatur bagaimana pengetahuan dan keahlian tersebut digunakan, terutama dalam situasi-situasi terkait masalah moral. Apa saja yang termasuk media relation? Contoh seorang public relation menjalin kerja sama dengan media….Aktivitas hubungan media Kunjungan Media. Kegiatan kunjungan media yang dilaksanakan oleh perusahaan dengan metode mengunjungi kantor media. Konferensi Pers. Pertemuan Media. Pemantauan Media. Pengarahan Media. Press Workshop. Media Clipping.